Entri yang Diunggulkan

Kebakaran Pabrik Mebel Ekspor Mojokerto

Kebakaran PT Mandalindo Tata Perkasa MOJOKERTO  – Berita mengejutkan datang dari Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojoker...

Minggu, 10 Juli 2016

Jokowi: Permasalahan Ekspor Mebel Ada di Promosi


Hingga saat ini, ekspor industri mebel Indonesia masih kalah dengan ekspor mebel negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Banyak permasalahan yang mengakibatkan produk mebel Indonesia kalah bersaing dengan produk mebel negara-negara lain. Salah satu permasalahan itu, menurut Presiden Indonesia Jokowi, terletak dalam usaha promosi.

Jokowi menunjukkan betapa besar pasar mebel dunia yang pada tahun 2015 sudah mencapai USD 480 miliar. “Indonesia baru masuk USD 1,8 miliar,” katanya. Jokowi percaya bahwa industri mebel dapat dikembangkan dengan cara promosi secara gencar yang dilakukan oleh para duta besar (dubes) Indonesia yang berada di luar negeri. Dengan kata lain, duta besar indonesia tidak lain adalah “sales” bagi produk-produk Indonesia, termasuk mebel. Mereka harus mengenalkan sekaligus mempromosikan produk-produk mebel Indonesia kepada warga dunia.

Oleh karena itulah, Presiden meminta kepada para duta besar Indonesia yang berada di luar negeri untuk menjelaskan produk-produk mebel Indonesia di negara yang ditempatinya. Dengan begitu, ekspor produk mebel Indonesia dapat didorong.

Menurut Jokowi, hal ini dikarenakan tidak adanya promosi yang sangat masif dari beberapa perwakilan Indonesia di luar negeri. Untuk itu, Jokowi meminta kepada para dubes untuk menjelaskan produk-produk Indonesia. Alasan mengapa nilai ekspor mebel Indonesia selama ini masih kecil ditengarai Jokowi disebabkan, salah satunya, oleh absennya para duta besar Indonesia ubtuk mempromosikan produk mebel Indonesia.

"Perwakilan-perwakilan kita yang di luar negeri harus mempromosikan produk-produk itu,” kata Presiden yang juga sempat “mengenyam” sebagai pengusaha mebel tersebut. Ia menambahkan bahwa jika hal itu tidak segera dilaksanakan dan dibenahi, ekspor mebel tidak akan berkembang dan tentu saja akan kalah bersaing dengan negara-negara kecil seperti Malaysia dan Vietnam yang peringkat ekspor mebelnya jauh berada di atas Indonesia. Padahal, negara-negara itu tidak memiliki sumber daya alam yang semelimpah dan sekaya Indonesia. Belum lagi, Indonesia juga lebih unggul dalam jumlah dan murahnya tenaga kerja.


“Kalau tidak begitu,” kata Jokowi,”enggak nyambung”. Bagaimana tidak, nilai pasar mebel yang mencapai USD 480 miliar hanya dimasuki Indonesia sebesar USD 1,8 miliar saja. Tidak logis.
Lokasi: Mojokerto, Mojokerto City, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net