![]() |
| Presiden Jokowi sedang blusukan melewati sungai |
Orang akan dibuat takjub dengan
kesuksesan yang begitu cepat itu. Bagaimana tidak, ketika ia mencalonkan diri
sebagai wali kota saja, banyak orang yang memandangnya sebelah mata. Pasalnya,
ia adalah pedagang mebel rumah dan taman. Nyatanya, ia berhasil terpilih
sebagai wali kota Solo dan memimpinnya dengan gemilang. Bahkan, kesibukannya
sebagai wali kota pun tidak menghentikan usahanya sebagai pebisnis mebel.
Ia tidak pernah bermimpi dan
bercita-cita menjadi wali kota. Ia malah bercita-cita sebagai tukang kayu.
Latar belakang orang tuanya sebagai penjual kayu dan bambu di bantaran sungai
Karanganyar barangkali banyak mempengaruhinya dalam hal cita-cita menjadi tukang kayu, meski di kemudian hari ia menjadi pebisnis mebel. Ia memang
lahir dari kalangan bawah. Bapaknya, Noto Mihardjo hanyalah seorang penjual
kayu gergajian.
Sebagai anak penjual kayu, Jokowi
kecil terbiasa dengan hidup yang serba susah dan kekurangan. Jangankan untuk
membayar sekolah, tidak jarang untuk makan pun masih kesulitan. Sebagaimana
umumnya anak kecil, Jokowi kecil sangat suka bermain dengan kawan-kawannya. Sewaktu kecil, hobinya mandi di sungai sambil
mencari telur bebek hingga dapat. Selain itu, di waktu kecil, ia juga suka
bermain layang-layang, memancing serta bermain sepak bola dengan
kawan-kawannya.
Pria kelahiran 21 Juni 1961 ini
memiliki tiga adik perempuan. Ia anak sulung dari Noto Mihardjo. Sebagai anak
sulung, ia sering membantu ibunya, Sujiatmi, untuk mengasuh ketiga adiknya.
Kadang ia mengantarkan mereka ke sekolah, kadang membantuk mereka mengerjakan
pekerjaan rumah. Bahkan, ketika adik-adiknya menginjak usia remaja dan sedang
ada masalah dengan pacarnya, Jokowi muda tidak jarang turut membantu
menyelesaikan masalah itu.
Ia begitu bangga menceritakan bagaimana ketika masih duduk
di sekolah, nilainya selau bagus. Meskipun tidak menjadi jawara kelas, nilainya
tidak bisa dibilang buruk. Padahal, selain bersekolah, setiap hari ia juga
membantu orang tuanya bekerja.







0 komentar:
Posting Komentar