JAKARTA - Salah satu dampak negatif pembangunan biasanya
banyak berimbas ke pengusaha kecil dan UMKM. Sudah tidak terhitung lagi kita mendengar dan membaca cerita-cerita
penggusuran demi penggusuran di kota-kota besar di Indonesia. Yang selalu
menjadi korban adalah rakyat-rakyat kecil. Sebab, tumbal selalu dibutuhkan demi
memuluskan laju pembangunan yang syarat dengan modal besar yang
tersentralisasi. Di Jakarta contohnya.
Kita tahu,
Jakarta memiliki sentra mebel yang sudah cukup dikenal di sana. Diantaranya
adalah sentra mebel Kalimalang, Klender, serta Pondok Gede. Kisah penurunan omset yang lumayan
signifikan. Sejak dilakukan pelebaran jalan, banyak penjual di sentra mebel Kalimalang merasakan dampak buruk dari pembangunan infrastruktur ini. Penjualan
mereka dari hari ke hari makin menurun. Sangat berbeda dengan kondisi penjualan
mereka di hari-hari, bulan-bulan, serta tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu dampak negatif dari pembangunan infrastruktur
Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah menurunnya omzet dari para
penjual yang ada di sentra mebel Jalan Inspeksi Kalimalang. Sebab, jalur tol
yang sedang dibangun itu nanti akan melintasi Jalan Inspeksi Kalimalang. Demi
memuluskan jalur tol itu, pelebaran jalan juga dilakukan.
Oleh karena itu, bangunan-bangunan yang berada di kiri jalan
dari arah Cawang ke Bekasi harus rela tergerus. Salah satunya adalah toko-toko mebel yang berada di sentra Mebel Kalimalang. Kebetulan, lokasi sentra mebel
Kalimalang berdekatan dengan Mal Cipinang Indah.
Akibatnya, omzet para penjual di sana harus terus menurun.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh pemiliki Toko Azki Karya Rotan, Azman, bahwa
omzetnya turun di kisaran angka 30-40 %. Menurutnya, penurunan omzet itu
terjadi sejak pelebaran jalan dilakukan. "Tidak seperti pertama kali
jualan," katanya. Menurut Azaman, sebelum pelebaran jalan, tiap bulan
omzetnya bisa mencapai Rp. 50.000.000, bahkan lebih. Akan tetapi, setelah ada
pelebaran jalan, omzetnya hanya berada di kisaran angka Rp. 20.000.000 - Rp.
30.000.000. Tentu kita sudah
tidak asing dengan cerita yang sehari-hari kita dengar, lihat, dan baca
sebagaimana penurunan omzet penjualan yang diakibatkan oleh pembangunan yang
katanya diikhtiarkan untuk mensejahterakan. Jadi, rakyat mana yang sejahtera?







0 komentar:
Posting Komentar