Entri yang Diunggulkan

Kebakaran Pabrik Mebel Ekspor Mojokerto

Kebakaran PT Mandalindo Tata Perkasa MOJOKERTO  – Berita mengejutkan datang dari Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojoker...

Sabtu, 09 Juli 2016

Omzet Sentra Mebel Kalimalang Menurun Akibat Pelebaran Jalan

Seorang Pekerja Mebel Sedang Mengerjakan Sebuah Kerajinan Mebel
JAKARTA - Salah satu dampak negatif pembangunan biasanya banyak berimbas ke pengusaha kecil dan UMKM. Sudah tidak terhitung lagi kita mendengar dan membaca cerita-cerita penggusuran demi penggusuran di kota-kota besar di Indonesia. Yang selalu menjadi korban adalah rakyat-rakyat kecil. Sebab, tumbal selalu dibutuhkan demi memuluskan laju pembangunan yang syarat dengan modal besar yang tersentralisasi. Di Jakarta contohnya.

Kita tahu, Jakarta memiliki sentra mebel yang sudah cukup dikenal di sana. Diantaranya adalah sentra mebel Kalimalang, Klender, serta Pondok Gede.  Kisah penurunan omset yang lumayan signifikan. Sejak dilakukan pelebaran jalan, banyak penjual di sentra mebel Kalimalang merasakan dampak buruk dari pembangunan infrastruktur ini. Penjualan mereka dari hari ke hari makin menurun. Sangat berbeda dengan kondisi penjualan mereka di hari-hari, bulan-bulan, serta tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu dampak negatif dari pembangunan infrastruktur Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu adalah menurunnya omzet dari para penjual yang ada di sentra mebel Jalan Inspeksi Kalimalang. Sebab, jalur tol yang sedang dibangun itu nanti akan melintasi Jalan Inspeksi Kalimalang. Demi memuluskan jalur tol itu, pelebaran jalan juga dilakukan.

Oleh karena itu, bangunan-bangunan yang berada di kiri jalan dari arah Cawang ke Bekasi harus rela tergerus. Salah satunya adalah toko-toko mebel yang berada di sentra Mebel Kalimalang. Kebetulan, lokasi sentra mebel Kalimalang berdekatan dengan Mal Cipinang Indah.


Akibatnya, omzet para penjual di sana harus terus menurun. Sebagaimana yang diungkapkan oleh pemiliki Toko Azki Karya Rotan, Azman, bahwa omzetnya turun di kisaran angka 30-40 %. Menurutnya, penurunan omzet itu terjadi sejak pelebaran jalan dilakukan. "Tidak seperti pertama kali jualan," katanya. Menurut Azaman, sebelum pelebaran jalan, tiap bulan omzetnya bisa mencapai Rp. 50.000.000, bahkan lebih. Akan tetapi, setelah ada pelebaran jalan, omzetnya hanya berada di kisaran angka Rp. 20.000.000 - Rp. 30.000.000. Tentu kita sudah tidak asing dengan cerita yang sehari-hari kita dengar, lihat, dan baca sebagaimana penurunan omzet penjualan yang diakibatkan oleh pembangunan yang katanya diikhtiarkan untuk mensejahterakan. Jadi, rakyat mana yang sejahtera?
Lokasi: Jakarta, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net