![]() |
| Jokowi Minta Ekspor Mebel Penuhi Target USD 5 Miliar. sumber: setkab.go.id |
JAKARTA – Sebagai salah satu warga dunia, Indonesia juga
perlu menjaga hubungannya dengan Negara-negara lain yang berada di belahan
dunia. Salah satu cara untuk menjaga hubungan itu biasanya dilakukan dengan
kerjasama bilateral atau dengan diplomasi. Namun, ada juga cara lain yang harus
ditempuh, yakni saling belajar satu sama lain.
Dalam hal industri mebel,
Indonesia sudah selayaknya belajar dari negara-negara tetangganya seperti
Vietnam dan Malaysia serta negara-negara lainnya yang berada di kawasan Asia
Tenggara. Pasalnya, pertumbuhan industri mebel Indonesia masih kalah jauh
dibandingkan dengan negara kecil macam Malaysia dan Vietnam. Sudah sepatutnya
Indonesia menjuarai industri mebel dunia. Sebab, negara Indonesia yang terkenal
gemah ripah loh jinawi ini sangat kaya sumber daya alam. Terutama kayu-kayu
yang terdapat di hutan-hutan luas Indonesia. Asalkan dengan tetap menjaga
kelestariannya demi menjaga keberlangsungan industri mebel itu sendiri.
Asosiasi Mebel dan Kerajinan
Indonesia (AMKRI) menyatakan bahwa kekuatan utama indonesia terkait industri
permebelan adalah kelebihannya dalam bidang sumber daya alam dibanding
negara-negara lainnya. "Semua persoalan bisa dihadapi. Lihatlah negara Vietnam,
China, Malaysia yang lebih maju dari Indonesia. Padahal mereka tidak sekaya
kita dalam hal kayu dan rotan," ujar Abdul Sobur, Sekjen AMKRI
Abdul Sobur berharap, pemerintah
dapat belajar dengan melihat bagaimana proses pengelolaan dan pengeluaran
kebijakan yang berkaitan dengan industri mebel di negara-negara tersebut.
Dengan begitu, kualitas industri mebel Indonesia dapat ditingkatkan, minimal
setara dengan negara-negara tersebut, bahkan melebihi.
Kata Sekjen AMKRI itu, pemerintah
Indonesia harus belajar dengan melihat adanya banchmarking kepada sesama negara
Asia Tenggara. “Kok bisa lebih hebat dari kita?,” kata Sekjen AMKRI itu.
Padahal, seperti kita tahu, semua negara-negara yang telah disebutkan di atas
tidak memiliki kekayaan dan sumberdaya alam semelimpah Indonesia. Menurutnya,
persoalannya terletak pada regulasi yang kurang bagus serta dorongan dari
pemerintah yang masih minim.
Sebelumnya, diberitakan, saat ini
Indonesia masih berada di bawa Vietnam dan Malaysia dalam nilai ekspor industri
permebelan. Nilai ekspor industri mebel Vietnam telah mencapai USD 6,8 miliar
dan Malaysia sebanyak USD 2,4 miliar. Sedangkan, nilai ekspor industri mebelIndonesia masih berada di kisaran USD 1,93 miliar.







0 komentar:
Posting Komentar