Entri yang Diunggulkan

Kebakaran Pabrik Mebel Ekspor Mojokerto

Kebakaran PT Mandalindo Tata Perkasa MOJOKERTO  – Berita mengejutkan datang dari Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojoker...

Senin, 04 Juli 2016

Ekspor Bahan Baku Rotan Ditolak Para Pengusaha

Dua pekerja sedang mengangkat kayu rotan bahan baku kerajinan dan mebel

CIREBON - Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menolak usaha melakukan serta pembukaan kran ekspor bahan baku rotan. AMKRI sendiri adalah kumpulan dari para pengusaha mebel dan kerajinan rotan. Mereka bergabung dengan AMKRI sebagai wadahnya. 
Sonny Tanamas selaku Ketua Dewan Pertimbangan AMKRI Cirebon  menyatakan bahwa penolakan itu adalah aspirasi seluruh eksponen industri mebel dan kerajinan rotan yang berada di wilayah Cirebon. Menurutnya, AMKRI akan meningkatkan industri mebel serta kerajinan rotan agar kemungkinan terbukanya pintu ekspor semakin tertutup.
“Kami menolak segala upaya yang ditujukan untuk membuka kran ekspor bahan baku rotan. Kami akan mendorong serta meningkatkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pelarangan ekspor bahan baku itu tidak lain adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan industri mebel serta kerajinan rotan Indonesia.
Tidak cukup sampai di situ, pihaknya juga menolak dengan tegas pemberlakuan verifikasi legalitas kayu (SVLK) industri hilir. Selain itu, pihaknya berharap agar realiasi terminal bahan baku rotan, khususnya yang berada di Cirebon, segera dipercepat. Pihaknya juga berharap agar pemerintah pusat dan daerah memberi bantuan, terutama dalam promosi mebel di dalam serta luar negeri.
Lebih jauh, menurut Sonny Tanamas, pembangunan sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi terkait industri mebel dan kerajinan, terutama rotan di daerah Cirebon, harus segera direalisasikan dan dipercepat. Sebab, menurutnya, industri kerajinan dan mebel di Indonesia membutuhkan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia.
“Program-program pelatihan yang terintegrasi demi peningkatan kompetensi SDM inilah yang harus segera direalisasikan,” pungkas Sonny Tanamas.

Tangan Tergiling Mesin, Buruh Sebuah Pabrik di Mojokerto Tewas

Ilustrasi Indiden Kecelakaan Buruh PT WWII Mojokerto
MOJOKERTO - Nasib naas dialami oleh Redi Setyo (20), warga Dusun Kuripansari, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto. Ia adalah pekerja PT WWII (Woodworth Wooden Industries Indonesia yang tewas usai tangan kirinya masuk ke mesin penggiling bahan siku plastik mebel. Kejadian naas itu terjadi pada sabtu (8/8/15) siang. PT WWII ini terletak di Ngoro Industri Persada (NIP) Desa Lolalwang Blok B2, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto
Menurut informasi yang didapat, kecelakaan yang menimpa Redi itu terjadi pada pukul 14.30 WIB. Korban yang menjadi pekerja di sana seperti hari biasanya, bekerja di bagian CNC, di gudang 7 yang diperbantukan di gudang 9 bagian styrofoam. Saat menggiling styrofoam untuk bahan baku siku plastik mebel, tangan kirinya mendadak masuk ke mesin penggiling. Akhirnya, tangan kiri korban hancur dan tewas saat itu juga di tempat kejadian.
Tubuh Redi dievakuasi dari mesin pada pukul 16.30 WIB untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto.
Saat dihubungi melalui telfon, AKP. Budi Santoso sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelidik kecelakaan kerja itu. 
“Kita masih minta keterangan para saksi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita melakukan Police Line (Garis pengaman) di mesin tempat kejadaian peristiwa itu,” pungkas AKP Budi Santoso, Minggu (9/8) petang.

Kebakaran Pabrik Mebel Ekspor Mojokerto

Kebakaran PT Mandalindo Tata Perkasa
MOJOKERTO – Berita mengejutkan datang dari Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Berita mengejutkan itu adalah terbakarnya PT Mandalindo Tata Perkasa, sebuah perusahaan mebel kelas ekspor di Mojokerto pada Senin (13/6) malam.
Si jago merah semakin membesar, seolah tidak hendak berhenti melalap isi pabrik, hingga pukul 23.00 WIB malam. Kobaran yang semakin membesar itu disebabkan oleh hembusan angin yang semakin kencang pada malam itu.
Hingga berita ini tayang, korban jiwa insiden kebakaran ini belum diketahui. Hingga berita ini ditulis, penjinakan si jago merah masih terus dilakukan.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran nampak lalu lalang, sibuk memadamkan api. Tidak hanya petugas kebakaran yang turut andil dalam menyelesaikan insiden kebakaran malam itu. Kepolisian Polsek jetis dan Polresta Mojokerto juga membantu menjinakkan si jago merah serta mengamankan lokasi.
Beberapa wartawan yang ada di sana pun akhirnya kesusahan mendekat ke areal pabrik. Mereka tidak diperbolehkan masuk oleh petugas. Sebab, lokasi pabrik dijaga oleh para petugas keamanan dan polisi.
Di luar, tampak puluhan bahkan ratusan warga sekitar. Mereka asyik menonton api membakar seisi pabrik. ”Apinya tambah besar, bangunannya hampir habis," kata salah seorang warga yang menonton di lokasi kejadian.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net